Tuesday, Jul 21, 2026

Perbaikan Jalan dan Penanganan Longsor Dikebut, BBPJN Sumsel Imbau Pengendara Tingkatkan Kewaspadaan


Jalan Sekayu - Lubuklinggau Rusak Parah

PALEMBANG – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Selatan melalui Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah I terus mempercepat penanganan sejumlah ruas jalan nasional yang mengalami kerusakan. Masyarakat, khususnya para pengguna jalan, diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintas karena sejumlah pekerjaan konstruksi tengah berlangsung di beberapa titik strategis.

Kepala Satker PJN Wilayah I BBPJN Sumsel, Alfredo Lukman, ST., MM., mengatakan pekerjaan perbaikan saat ini dilaksanakan di ruas Betung–Batas Kota Palembang, tepatnya di kilometer 17. Proyek tersebut telah dimulai sejak 13 Juli 2026 dan dijadwalkan berlangsung hingga 31 Juli 2026. Selama proses pekerjaan, pengguna jalan diminta mengurangi kecepatan kendaraan serta selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas yang telah dipasang di lokasi.

Alfredo mengingatkan, keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas utama selama pekerjaan berlangsung. Karena itu, masyarakat diimbau untuk berhati-hati saat memasuki area proyek, mengikuti arahan petugas di lapangan, serta bersabar apabila terjadi perlambatan arus lalu lintas akibat aktivitas alat berat maupun sistem buka tutup jalan.

Selain itu, BBPJN Sumsel juga tengah melakukan penanganan pada ruas jalan nasional Sekayu–Lubuklinggau, tepatnya di Desa Sukarame pada kilometer 131. Di lokasi tersebut terjadi penurunan badan jalan akibat abrasi sungai yang menggerus bagian bawah konstruksi jalan. Dampaknya, ruas tersebut untuk sementara hanya dapat dilalui satu kendaraan secara bergantian demi menjaga keselamatan pengguna jalan.

Menurut Alfredo, titik kerusakan tersebut memang telah masuk dalam program penanganan BBPJN Sumsel pada tahun 2026. Saat ini, pihaknya sedang membangun Dinding Penahan Tanah (DPT) sebagai solusi permanen untuk memperkuat struktur jalan. Bahkan, dua hari sebelumnya telah dilakukan pemancangan pertama sebagai pondasi utama pembangunan dinding penahan tersebut.

Ia menjelaskan, bagian bawah badan jalan sebenarnya telah mengalami amblas sebelum pekerjaan dimulai. Getaran dari proses pemancangan pondasi menyebabkan lapisan aspal di bagian atas mengalami keruntuhan yang sedikit lebih lebar. Namun kondisi tersebut sudah diperhitungkan dalam perencanaan teknis sehingga tidak memengaruhi desain penanganan yang telah disusun oleh tim teknis BBPJN.

BBPJN Sumsel menargetkan seluruh paket penanganan longsoran di ruas Sekayu–Lubuklinggau tersebut dapat rampung pada Desember 2026. Dengan selesainya pekerjaan itu, diharapkan akses transportasi pada jalur nasional tersebut kembali aman, lancar, dan mampu mendukung mobilitas masyarakat maupun distribusi logistik yang menjadi urat nadi perekonomian di wilayah Sumatera Selatan.(Bu)

author

27DERAJAT.COM

Perbaikan Jalan dan Penanganan Longsor Dikebut, BBPJN Sumsel Imbau Pengendara Tingkatkan Kewaspadaan

Please Login to comment in the post!

you may also like