- by M. Sultan
- Feb, 17, 2025 21:25
PALEMBANG – Suasana penuh keakraban dan kekeluargaan mewarnai pertemuan warga yang digelar di salah satu masjid setempat. Selain menjadi ajang mempererat silaturahmi, kegiatan tersebut juga diisi dengan tausiah yang mengajak kaum muslimin untuk semakin memakmurkan masjid melalui pelaksanaan salat berjamaah.
Dalam tausiah yang disampaikan, dijelaskan bahwa salat berjamaah di masjid memiliki kedudukan yang sangat istimewa bagi laki-laki. Selain menjadi bentuk ketaatan kepada Allah SWT, salat berjamaah juga menjadi sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah, membangun kepedulian sosial, serta menjaga persatuan di tengah masyarakat.
Penceramah menyampaikan bahwa dalam ajaran Islam, laki-laki yang tidak memiliki uzur syar'i sangat dianjurkan untuk melaksanakan salat wajib secara berjamaah di masjid. Anjuran ini didasarkan pada banyak hadis Nabi Muhammad SAW yang menunjukkan besarnya keutamaan salat berjamaah dibandingkan salat sendirian.
"Masjid bukan hanya tempat melaksanakan ibadah, tetapi juga menjadi pusat pembinaan umat, tempat menuntut ilmu, bermusyawarah, hingga mempererat hubungan antarsesama," ujarnya di hadapan peserta pertemuan.
Ia menjelaskan, dengan rutin menghadiri salat berjamaah, seorang muslim akan lebih disiplin menjaga waktu salat, memperkuat keimanan, serta mendapatkan kesempatan untuk saling mengenal dan membantu sesama jamaah.
Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan beberapa keutamaan salat berjamaah di masjid bagi pria, antara lain memperoleh pahala yang lebih besar dibandingkan salat sendirian, mendapatkan doa dari para malaikat selama menunggu waktu salat, serta menjadi salah satu amalan yang dicintai Allah SWT.
Selain aspek ibadah, keberadaan jamaah yang aktif di masjid dinilai mampu menghidupkan berbagai kegiatan positif, seperti kajian keislaman, pendidikan Al-Qur'an bagi anak-anak, kegiatan sosial, hingga program bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Para peserta pertemuan menyambut baik materi yang disampaikan. Mereka berharap semakin banyak generasi muda yang terbiasa datang ke masjid sehingga fungsi masjid sebagai pusat peradaban umat dapat kembali berkembang.
Di akhir kegiatan, seluruh peserta diajak menjadikan masjid sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari, bukan hanya saat bulan Ramadan atau hari-hari besar Islam. Dengan memakmurkan masjid melalui salat berjamaah dan kegiatan keagamaan lainnya, diharapkan tercipta masyarakat yang religius, harmonis, dan saling peduli.(Bnu)