- by nain
- Oct, 08, 2025 00:00
BANYUASIN — Warga Desa Sungai Pinang, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria tanpa identitas (Mr. X) yang mengapung di kawasan persawahan Simpang Meritai , Sabtu (28/2/2026) pagi.
Penemuan mayat tersebut pertama kali dilaporkan warga sekitar pukul 09.20 WIB. Menindaklanjuti informasi itu, petugas piket SPK dan piket fungsi Polsek Rambutan yang dipimpin langsung Kapolsek Rambutan Iptu Harmoko segera mendatangi lokasi kejadian.
Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP) sekitar pukul 09.55 WIB, petugas memastikan adanya mayat seorang pria yang belum diketahui identitasnya, ditemukan mengapung di kawasan persawahan Simpang Meritai , Desa Sungai Pinang.
Dari hasil pengumpulan informasi di lapangan, polisi kemudian memperoleh petunjuk terkait identitas korban. Diketahui, pihak keluarga sebelumnya telah mengumumkan pengumuman orang hilang dengan ciri-ciri yang identik dengan kondisi mayat saat ditemukan.
Korban ditemukan mengenakan celana jeans warna biru tua dan baju batik warna biru tua. Berdasarkan data sementara, korban diduga bernama Saripto Imam Sejati, lahir di Ponorogo pada tanggal 15 Juli 1958, berjenis kelamin laki-laki, beralamat di Lorong Sidomulyo I Nomor 51 RT 12 RW 04 Kelurahan Talang Putri, Kecamatan Plaju, Palembang, dengan pekerjaan sebagai buruh.
Saksi di lokasi kejadian, Jamaris (50), yang merupakan Kepala Dusun V Desa Sungai Pinang, turut memberikan keterangan kepada petugas terkait penemuan mayat tersebut.
Sekitar pukul 10.30 WIB, petugas Polsek Rambutan melakukan proses evakuasi. Jenazah selanjutnya dibawa ke RS Bhayangkara untuk menjalani pemeriksaan medis.
Kapolsek Rambutan Iptu Harmoko membenarkan adanya kejadian itu. Pihaknya mengaku telah melakukan evakuasi terhadap jenazah korban dan membawanya ke Rumah sakit Bhayangkara Polda Sumsel.
“Sudah ada seorang perempuan bernama Siti Rahayu (46), warga Plaju, mendatangi RS Bhayangkara. Dia menyatakan bahwa mayat tersebut identik dengan ayah kandungnya yang telah meninggalkan rumah sejak empat hari terakhir dalam kondisi pikun,” ungkapnya.
Korban disebut memiliki ciri fisik gigi depan ompong dan terakhir kali terlihat mengenakan celana jeans serta baju batik warna biru tua, sesuai dengan pakaian yang ditemukan di lokasi kejadian.
Karena identik dengan hasil visum dan informasi yang diberikan pihak keluarga. Akhirnya jenazah itu diserahkan untuk dikebumikan. Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab kematian korban.
“Motif dan kronologi pasti kejadian belum dapat disimpulkan, mengingat kondisi mayat saat ditemukan serta lokasi penemuan berada di daerah persawahan dengan sejumlah pakaian korban berada di sekitar TKP, ” tutup Kapolsek Rambutan.(Zul)