Wednesday, Jun 3, 2026

Tiga Kasus Menonjol, Tiga Pelaku Ditembak: Polda Sumsel Bongkar 214 Kasus Narkoba


PALEMBANG – Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sumatera Selatan kembali selama periode Juli hingga September 2025, mengungkap 214 kasus dengan 274 tersangka pidana narkoba.
      Dari hasil pengungkapan tersebut, aparat menyita barang bukti berupa 6,5 kilogram sabu, hampir 19 ribu butir ekstasi, dan 149 gram tembakau sintetis. Jumlah itu diyakini mampu menyelamatkan lebih dari 103 ribu jiwa generasi muda dari bahaya narkotika.
    Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mukmin Wijaya, dalam konferensi pers di Mapolda, Rabu (1/10/2025) menyatakan, capaian ini menjadi bukti konsistensi kepolisian dalam mendukung program nasional perang melawan narkoba.
       “Setiap butir narkotika yang diamankan berarti ribuan nyawa terselamatkan. Namun tantangan di lapangan masih besar, terutama dari jaringan antarprovinsi hingga internasional,” tegasnya.
        Dirresnarkoba Polda Sumsel, Kombes Pol Yulian Perdana, menegaskan ada empat kasus besar yang menjadi sorotan. Salah satunya terjadi di Kabupaten Banyuasin pada 23 September 2025. Polisi menangkap dua tersangka berinisial BN dan AY, serta menyita 6.366 butir pil ekstasi senilai Rp2,2 miliar.
       Namun, dua orang lainnya yakni Amoy dan DS, masih berstatus buron (DPO) dan kini dalam pengejaran. Tiga kasus menonjol lain berujung pada tindakan tegas dan terukur. Empat tersangka melawan saat akan ditangkap di lokasi berbeda di Muba, Muara Enim, dan Banyuasin.
     Akibatnya, tiga di antaranya terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas oleh aparat karena melawan petugas.Jika dihitung sejak Januari hingga September 2025, Ditresnarkoba Polda Sumsel bersama jajaran polres sudah mengungkap 1.396 kasus narkoba dengan 1.721 tersangka. Dari operasi tersebut, barang bukti yang disita antara lain.
      70,3 kilogram sabu, 26,4 kilogram ganja, 65 ribu butir ekstasi, 116 gram tembakau sintetis. Angka itu menunjukkan Sumsel masih menjadi jalur strategis peredaran narkoba skala besar di Sumatera. Modus operandi jaringan sindikat juga kian beragam, mulai dari jalur darat hingga perairan.
      Kapolda Sumsel melalui jajaran Ditresnarkoba menegaskan, pihaknya tidak hanya fokus menangkap kurir kecil, tapi juga memburu bandar besar yang menjadi otak peredaran.
       “Tidak ada ruang bagi pengedar narkoba di Sumsel. Perang ini bukan sekadar operasi kepolisian, melainkan upaya menyelamatkan generasi bangsa,” tandas Kombes Pol Yulian Perdana. (Zul)

 

author

nain

Tiga Kasus Menonjol, Tiga Pelaku Ditembak: Polda Sumsel Bongkar 214 Kasus Narkoba

Please Login to comment in the post!

you may also like

  • by 27DERAJAT.COM
  • Mar, 05, 2025 02:39
ILO dan APINDO Bawa Kopi Sumsel Berkelas Dunia