- by M. Sultan
- Feb, 17, 2025 21:25
PALEMBANG – Persoalan sepele soal parkir mobil berakhir aksi kekerasan di Perumahan Pondok Indah Residence, Jalan Sukabangun II, Kelurahan Sukabangun, Kecamatan Sukarami, Palembang, Rabu (11/2/2026) sore.
Seorang karyawan swasta, Arif Wicaksono (26), harus dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang setelah mengalami luka bacok di bagian punggung dan tangan akibat serangan senjata tajam.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17.30 WIB. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat mobil milik korban diduga menghalangi akses kendaraan pelaku yang hendak masuk ke garasi rumahnya.
Pelaku, Abi (25), yang juga warga sekitar, menegur istri korban sebagai pemilik kendaraan. Namun teguran itu memicu adu mulut. Suasana yang semula hanya cekcok lisan berubah panas ketika korban ikut terlibat dan diduga menantang pelaku.
Tak berselang lama, pelaku mengambil senjata tajam jenis parang dan langsung menyerang korban. Dua kali sabetan mengenai bagian punggung korban hingga menyebabkan luka terbuka. Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu segera memberikan pertolongan dan membawa korban ke rumah sakit.
Petugas piket Reskrim dan SPK Polsek Sukarami yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi kejadian sekitar pukul 19.30 WIB untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, di antaranya Peni Riski Cintana (25), Nasila (52), serta Imron, SH (50) selaku Ketua RT setempat.
Dari lokasi, polisi mengamankan satu bilah senjata tajam jenis pedang golok bergagang cokelat dengan panjang sekitar 50 sentimeter yang diduga digunakan dalam aksi pembacokan.
Saat ini, kasus tersebut tengah dalam penanganan pihak kepolisian. Aparat telah melakukan pengamanan TKP, menerima laporan resmi, serta menerbitkan pengantar visum untuk korban.
Kapolsek Sukarami Kompol Alex Adryan saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut dan saat ini polisi masih melakukan perlindungan terhadap pelaku. "Benar kejadiannnya ada, korban dan pelaku saling kenal dan merupakan tetangga sebelah rumah. Insiden itu dipicu karena masalah parkiran, sehingga berakhir keseluruhan pelaku masih di buru," jelasnya singkat.
Pihak kepolisian mengimbau, agar masyarakat menyelesaikan konflik secara bijak dan menghindari tindakan kekerasan. Sehingga tidak berakhir pada penindakan hukum. (Zul)