Palembang - Sesekali Mbah Sumila (74) warga RT.19, RW.05 Kelurahan Sukarami Kecamatan Sukarami, Talang Jambi Palembang, mengumbar senyum ketika disambangi Sumatera Ekspres, dikediamannya. Rumah peninggalan mendiang suami yang sudah vcarut marut, kini direhab oleh pasukan loreng hijau yang berasal dari Kodim 0418 Palembang.
Janda anak 6 ini sendiri tak menyangka jika warisan almarhum suami tercinta diperbaiki oleh TNI AD, dalam program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 yang dikomandoi oleh Kol Arh Erik Novianto. S.Sos., bersama Kasdim Letkol INF Dery Septriandi.ST. MM. M.Han.
"Hampir 40 tahun kami tinggal disini. Baru kali ini kita didatangi bapak bapak tentara yang cakep dan baik hati," ujarnya. Sebelum diperbaiki, rumah Mbah Sumila, tidak memiliki plafon. Dapurnya juga sudah usang dan tempat mandi, cuci, kakus pun tidak layak digunakan. Kini rumah itu, tengah dalam proses pengerjaan agar terlihat lebih layak huni.
Tidak ada kata-kata keluar dari bibir mbah Sumila. Hanya ucapan terimakasih tak terhingga. "Semoga bapak bapak tentara di lindungi Gusti Alloh. Panjang umur, sehat, murah rezeki dan dapat berbuat lebih baik lagi pada negeri ini,' ujar perantau dari provinsi Lampung, sejak tahun 1987 lalu.
Dilingkungan RT.19 ada dua titik pembangunan TMMD. Taman baca Al-Qur'an dan Tahfiz, Alfateha, termasuk rumah Mbah Sumila. Terlihat ada beberapa warga juga yang ikut membantu dalam pengerjaan rumah Mbah Sumila.
Masjid, salah seorang warga yang tinggal dekat dengan Mbah Sumila, memberikan apresiasi yang tinggi buat TNI. Dimana sudah hadir dan membantu rakyat. "Mungkin TNI itu dari rakyat, buat rakyat dan untuk rakyat. Jadi kehadirannya menjadi kebanggaan buat kami warga lingkungan RT.19," ujarnya.
Perhatian TNI kepada rakyat ini sendiri, menurut Masjid, sebenarnya sudah terbukti. Tidak hanya membangun rumah warga dalam hal ini TMMD. Terlebih lagi adanya baksos, kesehatan, pendidikan dan lain-lain. Dengan dibangunnya rumah Mbah Sumila, menurut Masjid, paling tidak TNI telah ikut mensejahterakan masyarakat melalui bentuk kepedulian pembangunan pemukiman.
"Pemukiman yang sehat sudah barang tentu, akan membuat masyarakat yang tinggal dikediamannya ikut sehat. Tidak kumuh, jorok dan kesannya dekat dengan penyakit," ujarnya.
Sementara itu, ketua lingkungan RT.19 RW.05., Iskandar, juga mengutarakan isi hati yang lebih dalam. "Terpilihnya rumah Tahfiz dan rumah Mbah Sumila sendiri karena arahan warga dan hasil rapat bersama RT. Kita pilih dan diajukan ke Kodim dalam rangkaian TMMD, mengingat rumah Mbah Sumila sudah tidak layak huni. Termasuk rumah Tahfiz, sangat memerlukan air bersih untuk kebutuhan santri," jelas Iskandar, singkat.
Iskandar juga menyimpan harapan jika nantinya program TMMD menyentuh wilayahnya. Ada sebanyak tiga unit jembatan rimakna usia dan memerlukan peremajaan. "Kalau memang "TMMD kembali singgah ditempat kami, harapan kita dapat memperbaiki jembatan yang sudah uzur. Ada tiga jembatan dan kami sebagai warga juga siapa untuk membantu baik tenaga maupun finansial dengan semampunya," harap Iskandar. (Bnu)