- by M. Sultan
- Feb, 17, 2025 21:25
PALEMBANG – Upaya mempercantik ruang publik dan memperkuat identitas kota terus digenjot oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel). Senin (24/11/2025), Gubernur Sumatera Selatan Dr H Herman Deru bersama Wali Kota Palembang Ratu Dewa turun langsung meninjau proses revitalisasi Bundaran Air Mancur dan Pelataran Benteng Kuto Besak (BKB) yang kini tengah dikerjakan.
Deru tampak aktif berdialog dengan para pekerja dan kontraktor. Ia ingin memastikan bahwa pengerjaan dua ikon penting Palembang ini berjalan sesuai rencana dan dapat segera dinikmati masyarakat. “Pemprov sudah menganggarkan Rp 14 miliar untuk revitalisasi Bundaran Air Mancur dan pelataran BKB. Kita ingin kawasan ini tampil semakin membanggakan dan menjadi titik temu masyarakat serta wisatawan,” ujar Deru.
Deru menilai Bundaran Air Mancur memiliki filosofi khusus sebagai titik orientasi penting di pusat kota. Bagi wisatawan, lokasi ini menjadi penanda bahwa mereka sedang berada di jantung Palembang. “Kita sudah datang di dua titik. Titik 0 dan Air Mancur yang revitalisasinya sudah berjalan. Mudah-mudahan ini menambah keindahan dan menjadikan air mancur sebagai informasi kuat bahwa: inilah Palembang,” tegasnya.
Revitalisasi juga akan memasukkan unsur budaya khas Palembang seperti ornamen Cempako Telok dan Muhammad Betangkup. Ciri budaya tersebut diharapkan langsung memberi kesan autentik bagi siapa saja yang melintas. “Begitu orang lihat, mereka bilang: oh iya, ini Palembang. Kita ingin hasilnya benar-benar indah dan sesuai harapan masyarakat,” tambah Deru.
Perbaikan juga dilakukan pada pelataran BKB, yang selama ini menjadi saksi berbagai perhelatan besar: mulai dari senam massal, tabligh akbar, hingga festival budaya. Namun, selama dua dekade, area publik kebanggaan wong kito ini belum tersentuh perbaikan signifikan. “Sekarang Pak Wali berinisiatif melakukan revitalisasi untuk memperbaiki fungsi sekaligus memperindah pelataran BKB. Sudah saatnya area ini tampil lebih layak menyambut berbagai acara berskala besar,” tuturnya.
Untuk menjaga keamanan dan kelestarian kawasan, pemerintah juga menambahkan fasilitas CCTV. Namun Deru menegaskan bahwa keamanan terbesar tetap berasal dari kesadaran masyarakat sendiri. “Yang paling penting adalah rasa memiliki. Kalau masyarakat bangga, mereka akan menjaga, bukan merusak,” katanya.
Dalam kunjungannya, Deru turut menyinggung ikon lain seperti Patung Belido — bantuan dari PT Bukit Asam — yang juga akan diperbarui sesuai konsultasi dengan para budayawan sehingga tetap menjaga unsur sejarah. Sementara untuk Jembatan Ampera, ia telah menjalin komunikasi dengan Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional. Rencana membuka akses wisata di atas jembatan tinggal menunggu penyelesaian regulasi. “Konstruksinya sudah memadai, tinggal teknis pengoperasian untuk publik agar tertib dan sesuai tata cara,” jelasnya.
Agenda peninjauan tak berhenti di ikon kawasan wisata. Gubernur juga menyambangi Rumah Sakit Dr. AK Gani. Meski berstatus rumah sakit milik TNI, Pemprov Sumsel memberikan dukungan penuh terhadap rencana pengembangannya. “Kita sedang bersiap menuju Sumsel Health Tourism 2026. Kita ingin layanan kesehatan di Palembang semakin lengkap, modern, dan punya keunggulan dibanding daerah lain,” ujar Deru dengan optimis.
Walikota Palembang H Rati Dewa menyampaikan apresiasinya atas revitalisasi yang dilakukan. Ia berharap BKB dapat kembali ditegaskan sebagai kawasan cagar budaya nasional seperti Benteng Oranje di Ternate yang dikelola bersama masyarakat dan pemerintah. Namun ia juga memperhatikan keberadaan bangunan rehabilitasi RS AK Gani ke arah Jembatan Ampera. “Dari gedung yang baru bisa melihat Ampera secara utuh. Mudah mudahan akan yetus betkembang dan menjadi daya tarik dalam health tourism akan datang,” ujar wako. (fdl)