Wednesday, Jun 3, 2026

Rabies Itu Seperti Vampir — Menular Berantai, Tapi Bisa Dicegah!


FAKTUALSUMSEL, EMPAT LAWANG - Rapat di Pendopoan Bupati Empat Lawang penuh keseriusan. Bupati Empat Lawang, Dr. H. Joncik Muhammad, memimpin langsung audiensi strategis lintas sektor untuk membahas penanggulangan rabies dan pengendalian penyakit hewan menular lainnya di wilayahnya. Rapat dihadiri oleh POV Sumsel Dr. drh. Jafrizal, MM, drh. Tri Guntoro, MP dari Balai Veteriner Lampung, perwakilan Kementerian Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Selatan, serta jajaran Dinas Pertanian Kabupaten Empat Lawang.

Acara audiensi diawali dengan perkenalan dan penyampaian maksud kegiatan oleh Pejabat Otoritas Veteriner Provinsi Sumatera Selatan, Dr. drh. Jafrizal, MM. Beliau menjelaskan bahwa audiensi ini digelar untuk menyatukan langkah semua pihak dalam menghadapi ancaman penyakit hewan menular, terutama rabies yang telah menelan korban manusia di beberapa kecamatan seperti Talang Padang dan Pendopo. “Empat Lawang sedang berada di garis depan dalam isu zoonosis. Inilah saatnya membangun sistem kesiapsiagaan daerah yang kuat, lintas sektor, dan berkelanjutan. Kita tidak hanya memadamkan api, tapi harus memastikan api itu tidak menyala lagi,” ujar Dr. Jafrizal membuka pertemuan.

Suasana rapat semakin fokus saat drh. Tri Guntoro, MP dari Balai Veteriner Lampung memaparkan hasil pemeriksaan laboratorium. Beberapa sampel dari Empat Lawang terkonfirmasi positif rabies. Dengan nada serius, ia menggambarkan bahaya rabies dengan cara yang menggugah: “Rabies itu seperti vampir — menular berantai dari gigitan ke gigitan, dari satu hewan ke manusia. Tapi vampir ini bisa dikalahkan. Kuncinya cuma satu: vaksinasi dan kesadaran masyarakat. ”Kata-kata itu mengguncang ruangan. Rabies bukan hanya penyakit — ia simbol dari bahaya yang tak terlihat, yang hanya bisa ditaklukkan oleh ilmu dan aksi nyata.

Mendengar paparan itu, Bupati Joncik Muhammad langsung memberi instruksi tegas. “Kita tidak akan menunggu korban berikutnya! Rabies adalah musuh bersama. Saya perintahkan Dinas Pertanian segera menyusun rencana aksi penanggulangan, dari vaksinasi massal hingga edukasi masyarakat.” Ia menegaskan bahwa seluruh aparat daerah — camat, lurah, kepala desa, dan petugas kesehatan — harus terlibat aktif dalam pengendalian rabies. Bupati juga menegaskan perlunya penetapan status KLB (Kejadian Luar Biasa) agar langkah penanganan dapat segera dilakukan dengan dukungan anggaran dan logistik yang memadai.

Dalam sesi tanggapan, Dr. Jafrizal menegaskan bahwa pengendalian rabies tidak bisa dilakukan oleh satu instansi saja. “Ini bukan tugas dinas pertanian saja, tapi tugas semua sektor. Harus ada sinergi antara kesehatan hewan dan kesehatan manusia. Karena rabies adalah penyakit lintas batas — lintas spesies dan lintas kewenangan.” Beliau juga mendorong pembentukan Trikorda (Tim Koordinasi Daerah Pengendalian Zoonosis), penyusunan Peraturan Bupati dan Perda Peternakan & Kesehatan Hewan, serta pendekatan CSR dan Dana Desa untuk memastikan vaksinasi dan kontrol populasi anjing liar dapat berjalan terus-menerus.

Kepala Dinas Pertanian, Hendra Lezi, menjelaskan kondisi lapangan dengan jujur: Empat Lawang hanya memiliki dua dokter hewan aktif, sarana prasarana pelayanan kesehatan hewan masih terbatas, dan stok vaksin rabies minim. Namun ia menegaskan tekad yang sama dengan Bupati: “Kami bergerak, meski dengan keterbatasan. Kami siap door to door untuk vaksinasi. Ini soal nyawa, bukan sekadar angka.” Empat Lawang Menuju Daerah Bebas Rabies Audiensi ini ditutup dengan kesepakatan kuat antarinstansi:

* Penetapan status KLB rabies.

* Penyusunan rencana aksi terpadu lintas sektor.

* Pelaksanaan vaksinasi massal HPR.

* Sosialisasi dan edukasi publik.

* Penguatan SDM dokter hewan dan kader desa.

Bupati Joncik menutup pertemuan dengan suara tegas dan penuh empati: “Kita jaga manusia, kita rawat hewan, dan kita pastikan Empat Lawang jadi contoh bagaimana daerah kecil bisa menaklukkan ancaman besar.”

Tepuk tangan mengiringi pernyataannya — tanda bahwa sore itu bukan sekadar rapat, tapi lahirnya gerakan kemanusiaan dari bumi Empat Lawang. Empat Lawang, Sumatera Selatan — Dari Darurat Menuju Daerah Bebas Rabies!(FDL)

author

27DERAJAT.COM

Rabies Itu Seperti Vampir — Menular Berantai, Tapi Bisa Dicegah!

Please Login to comment in the post!

you may also like