Wednesday, Jun 3, 2026

Penertiban Pedagang di Jalan Wahid Hasim Berlangsung Kondusif


PALEMBANG — Camat Seberang Ulu I, Mukhtiar Hijrun, S.STP., M.Si., menegaskan bahwa penertiban pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang Jalan Wahid Hasim, Kelurahan 1 Ulu, pada Kamis pagi (20/11) berjalan lancar dan tanpa hambatan. Penertiban dilakukan sejak pukul 05.00 WIB sebagai bagian dari upaya memperbaiki wajah kota serta menata kawasan yang selama ini dipadati lapak-lapak pedagang.

Menurut Mukhtiar, sedikitnya ada 10 pedagang pecel lele dan sejumlah PKL lainnya yang ditertibkan. Mereka dinilai telah menempati badan jalan dan trotoar, sehingga menimbulkan penyempitan ruas jalan. “Ini shock therapy untuk penataan kota. Jalan ini harus kembali rapi dan nyaman dilalui,” ujarnya.

Seluruh lapak dan perlengkapan pedagang langsung diangkut oleh Satpol PP, yang sejak awal terlibat dalam operasi penertiban tersebut. Mukhtiar menambahkan bahwa kondisi tetap kondusif karena sebelumnya sudah ada surat pemberitahuan tiga hari sebelum penertiban dilakukan.

“Tidak ada perlawanan. Mayoritas pedagang sudah menerima keputusan ini. Meski begitu, masih ada beberapa yang keberatan, terutama pedagang yang sudah memodifikasi lapaknya menggunakan roda agar bisa ditarik masuk ke dalam saat berjualan,” jelasnya.

Penertiban kali ini dimulai dari area Jembatan 1 Ulu hingga sepanjang Jalan Wahid Hasim, yang selama ini kerap dipadati PKL pada malam hari. Pemerintah kecamatan menegaskan bahwa kawasan tersebut tidak boleh lagi digunakan untuk berjualan.

Untuk mencegah pedagang kembali menempati lokasi, pihak kecamatan akan menyiagakan petugas serta melakukan koordinasi lintas instansi. “Kami pastikan area ini akan dijaga. Tidak boleh lagi ada lapak yang muncul,” tegas Mukhtiar.

Camat juga mengungkapkan bahwa pihaknya akan bersurat kepada Balai Besar Jalan untuk meminta perbaikan fisik kawasan. “Kami mengusulkan agar jalan ini diaspal ulang. Selama ini hanya setengahnya yang diaspal, tidak seluruhnya. Kalau diperbaiki, lebar jalan bisa optimal,” katanya.

Selain itu, pihak kecamatan juga akan meminta Dinas PU untuk membersihkan drainase di sepanjang kawasan tersebut. Menurut Mukhtiar, banyak gorong-gorong yang tersumbat dan menjadi sarang tikus. “Ini demi kesehatan dan kebersihan lingkungan. Kalau drainase bersih, kawasan lebih sehat dan tidak terjadi genangan,” tutupnya. (fdl)

author

27DERAJAT.COM

Penertiban Pedagang di Jalan Wahid Hasim Berlangsung Kondusif

Please Login to comment in the post!

you may also like

  • by 27DERAJAT.COM
  • Mar, 05, 2025 02:39
ILO dan APINDO Bawa Kopi Sumsel Berkelas Dunia