- by M. Sultan
- Feb, 17, 2025 21:25
PALEMBANG – Pengamat sosial dan politik Sumatera Selatan Bagindo Togar, sangat serius memperhatikan proses seleksi calon Direktur Utama (Dirut) dan Direktur Umum (Dirum) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Musi Palembang. Kepada koran ini Kamis petang (6/11/2025) Ia menegaskan, tahapan seleksi yang kini sedang berjalan harus benar-benar bersih dari intervensi politik, pejabat, maupun kepentingan pribadi, karena menyangkut hajat hidup masyarakat Palembang dalam pemenuhan kebutuhan air bersih.
Menurut Bagindo, dalam proses ini Wali Kota Palembang harus tampil sebagai komando tertinggi, selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM), dan memastikan seluruh keputusan diambil secara profesional dan objektif. “Penilaian terhadap calon direksi PDAM ini harus tetap dikomandoi oleh Wali Kota. Tidak boleh ada kekuatan lain, baik dari unsur politik maupun pejabat tertentu yang mencoba mempengaruhi hasil seleksi. Ini bukan ajang politik, tapi menyangkut pengelolaan badan usaha milik pemerintah,” tegas Bagindo.
Ia menambahkan, PDAM Tirta Musi bukanlah lembaga politik atau tempat kompromi jabatan, melainkan badan usaha milik daerah (BUMD) yang berperan vital dalam menyediakan pelayanan publik. Oleh sebab itu, calon pemimpin yang akan menahkodai PDAM harus memiliki rekam jejak kuat dan berpegalamanan dalam manajemen baik BUMD atau BUMN, bukan sekadar memiliki kedekatan dengan kekuasaan. “Utamakan mereka yang punya portofolio dan pengalaman nyata mengelola badan usaha milik pemerintah. Jangan ada titipan, jangan ada intervensi,” ujarnya menegaskan.
Bagindo menyoroti pentingnya kapasitas, kapabilitas, dan integritas calon pimpinan PDAM. Ia menilai, kriteria tersebut menjadi syarat mutlak agar ke depan perusahaan daerah ini tidak kembali mengalami masa kelam seperti yang pernah terjadi di masa lalu. “Pilih orang yang kompeten, akuntabel, dan punya intelektualitas yang baik. Minimal dia punya pengalaman akademis dari perguruan tinggi yang kredibel dan punya rekam jejak profesional di bidang manajemen publik,” jelasnya.
Lebih lanjut, Bagindo juga mengingatkan agar tim seleksi (Timsel) benar-benar berpegang pada prinsip objektivitas dalam setiap tahapan seleksi. Ia menolak keras adanya pihak yang mencoba menekan atau mengarahkan keputusan. “Sekarang ini waktunya kita bicara objektif. Siapa yang memang hasil seleksi terbaik, itulah yang layak dipilih. Jangan sampai ada pengaruh sosial, tekanan politik, atau kedekatan pribadi yang mencemari proses,” ujarnya.
Ia menegaskan, pengalaman masa lalu seharusnya menjadi cermin agar kesalahan tidak terulang kembali. “PDAM Tirta Musi pernah melewati masa-masa sulit ketika unsur politik ikut campur. Saat itu pelayanan menurun, masyarakat menjadi korban, dan citra PDAM rusak. Apakah kita mau kembali ke masa itu? Tentu tidak,” kata Bagindo .
Menurutnya, bila pemilihan kali ini kembali terjebak dalam kepentingan politik, maka taruhannya sangat besar: kepentingan masyarakat Palembang sebagai pengguna layanan air bersih. “Kalau salah memilih orang, dampaknya langsung dirasakan rakyat. Air adalah kebutuhan dasar. Jangan main-main dengan ini,” tegasnya.
Bagindo pun memberikan pesan langsung kepada Wali Kota Palembang agar tegas dan independen dalam mengambil keputusan akhir. Ia menilai, sebagai Kuasa Pemilik Modal, Wali Kota memiliki otoritas penuh untuk menentukan arah kepemimpinan PDAM hingga tahun 2029 mendatang. “Wali Kota harus berani menolak intervensi dari mana pun. Beliau adalah pemegang otoritas tertinggi, dan keputusan harus berdasarkan integritas, bukan tekanan,” ungkapnya.
Menutup pernyataannya, Bagindo kembali menekankan bahwa PDAM Tirta Musi adalah badan usaha milik daerah, bukan alat politik siapa pun. Karenanya, ia berharap hasil seleksi kali ini benar-benar melahirkan figur yang profesional, berpengalaman, dan mampu membawa PDAM Tirta Musi menjadi perusahaan daerah yang modern dan berdaya saing tinggi. “Kalau ini dijalankan dengan profesional, Palembang akan punya PDAM yang kuat, transparan, dan dipercaya masyarakat. Tapi kalau masih ada intervensi, bersiaplah menanggung konsekuensinya rakyatlah yang akan jadi korban,” pungkasnya.
Sebelumnya, Walikota Palembang Ratu Dewa dalam wawancara dengan wartawan berharap, Direktur Utama (Dirut) Perusahaan umum daerah (Perumda) PDAM Tirta Musi Palembang kedepan, bisa membawa BUMD Palembang itu lebih baik dan lebih profesional kedepannya. Ratu Dewa bersama Pansel memimpin langsung Fit and Proper Tes calon Dirut dan Direktur umum Perumda Tirta Musi Palembang, Selasa 4 November 2025.
"Memang sudah ada nama -nama yang diberikan, dan diberikan kesempatan kepada saya untuk wawancara. Kami ingin tahu portofolionya seperti apa, misi dan program kegiatannya seperti apa PDAM kedepan, kami ingin tahu dulu dari calon- calon yang ada,"kata Ratu Dewa. Sekedar info terdapat 3 nama calon Dirut Perumda PDAM Tirta Musi Palembang, yaitu Muhammad Azharuddin, Oka Wiryadi Kurniawan dan Teddy Andriansyah.(fdl)