- by 27DERAJAT.COM
- May, 16, 2025 01:16
TEHERAN – Pemerintah Iran menunda pelaksanaan pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang sebelumnya direncanakan berlangsung dalam waktu dekat. Penundaan dilakukan karena pemerintah memperkirakan jutaan warga akan menghadiri prosesi penghormatan terakhir bagi tokoh yang telah memimpin Iran selama lebih dari tiga dekade tersebut.
Khamenei dilaporkan meninggal dunia pada akhir Februari 2026 setelah serangan udara dalam konflik militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel. Kematian pemimpin berusia 86 tahun itu memicu duka nasional di Iran sekaligus meningkatkan ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Pemerintah Iran awalnya merencanakan upacara penghormatan selama tiga hari di Teheran, yang memungkinkan masyarakat memberikan penghormatan terakhir kepada jenazah Khamenei di kompleks Imam Khomeini Prayer Hall. Ribuan hingga jutaan warga diperkirakan akan datang dari berbagai wilayah Iran untuk mengikuti prosesi tersebut.
Namun menjelang pelaksanaan acara, otoritas Iran memutuskan menunda prosesi pemakaman. Penyelenggara menyebutkan keputusan itu diambil untuk menyiapkan infrastruktur yang memadai guna menampung jumlah pelayat yang sangat besar serta memastikan pengamanan selama acara berlangsung.
Setelah rangkaian penghormatan di ibu kota selesai, jenazah Khamenei direncanakan akan dimakamkan di Mashhad, kota kelahirannya di Iran timur laut yang juga merupakan salah satu kota suci bagi umat Syiah.
Di tengah proses berkabung nasional, Iran juga telah menunjuk pengganti Khamenei untuk melanjutkan kepemimpinan negara. Penunjukan pemimpin baru tersebut dilakukan guna menjaga stabilitas pemerintahan di tengah situasi perang dan ketegangan internasional yang masih berlangsung.
Hingga kini pemerintah Iran belum mengumumkan tanggal pasti pemakaman resmi Khamenei. Otoritas negara menyatakan jadwal baru akan diumumkan setelah seluruh persiapan dan pengamanan untuk acara kenegaraan tersebut benar-benar siap.
Jika Anda ingin, saya juga bisa buat berita lanjutan tentang siapa pengganti Khamenei dan bagaimana situasi politik Iran setelah kematiannya, yang saat ini juga menjadi perhatian dunia.(dil/*)