- by nain
- Oct, 08, 2025 00:00
PALEMBANG —Modus lepas alas kaki, aksi pencurian sepeda motor milik warga di Kecamatan Sukarami, Kota Palembang berlangsung dalam hitungan detik terekam kamera CCTV.
Korban diketahui bernama Hermansyah (42), warga Jalan Masjid RT 025 RW 008, Kelurahan Sukarami, Kecamatan Sukarami, Palembang mengaku sekeluarga seperti di gendam.
Aksi pencurian itu terjadi Sabtu (28/3/2026) sekitar pukul 02.00 WIB, yang terjadi di dalam rumah korban dengan posisi pagar besi yang terkunci rapat.
Keterangan korban Hermansyah mengatakan jika motor Honda Beat Pop tahun 2016 warna putih merah dengan nomor polisi BG 5585 ASG. Merupakan kendaraan pribadi milik anak yang sering dipakai untuk sekolah.
Diperkirakan pelaku masuk ke area rumah korban dengan cara membuka pagar rumah. Setelah itu, pelaku mengambil sepeda motor yang terparkir di garasi dengan cara mematahkan stang motor, kemudian mendorong kendaraan tersebut keluar dari teras rumah.
Sepeda motor yang digondol pelaku adalah Honda Beat Pop tahun 2016 warna putih merah dengan nomor polisi BG 5585 ASG. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian yang ditaksir mencapai Rp10 juta.
Kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) tersebut kini telah dilaporkan ke Polsek Sukarami Palembang dan masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Dengan Nomor : STTLP / B - 221 / III / 2026 / SPKT / Polsek Sukarami / Polrestabes Palembang / Polda Sumsel.
Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan guna mengungkap identitas serta keberadaan pelaku pencurian tersebut. Dia mengaku aksi pencurian sepeda motor miliknya terekam jelas oleh kamera CCTV.
"Pelaku berisi dua orang, satu menunggu diatas motor dan satu lagi yang membuka pagar besi. Posisi motor di dalam rumah, pelaku ini pakai modus lepas alas kaki jadi kami tidak tahu jika ada orang yang membobol pagar besi," ujarnya.
Hermansyah mengaku, biasanya aktivitas di dalam rumahnya cukup ramai. Dia dan keluarganya biasanya tidur larut malam. Namun saat kejadian itu terjadi, korban mengaku seperti terkena hipnotis. "Biasanya kalau ada suara dikit kamu tahu ada orang, tapi saat kejadian kami sekeluarga seperti kena sirep (Hipnotis, red)," bebernya.
Kejadian itu sudah mereka laporkan ke pihak kepolisian Polsek Sukarami untuk ditindaklanjuti. Dia mengaku selain kehilangan satu unit sepeda motor, juga kehilangan STNK yang berada di dalam jok motor tersebut.
Kapolsek Sukarami Kompol Alex, melalui Kanit Reskrim Polsek Sukarami AKP wanita mengatakan akan menyelidiki laporan tersebut dan meminta masyarakat tetap waspada terhadap kendaraan pribadi mereka. “Setiap laporan masyarakat akan kami proses, kami juga meminta warga agar selalu berhati-hati seperti menambahkan kunci pengaman terhadap kendaraan pribadi, dan memparkirkan kendaraan di tempat yang terpantau,” jelasnya singkat.(Zul)