- by M. Sultan
- Feb, 17, 2025 21:25
PALEMBANG — Dari lantai-lantai aula yang penuh semangat muda, gemuruh musik startup, hingga penyok keyboard laptop yang tak henti-hentinya bekerja, Sultan Muda Digination Fest 2025 bukan sekadar festival — ini adalah laboratorium masa depan ekonomi digital Indonesia.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan resmi membuka ajang ini di Palembang, sebagai bagian dari gerakan besar memperluas inklusi keuangan melalui inovasi digital di kalangan generasi muda.
Kepala Eksekutif Inovasi Pengawas Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK Hasan Fawzi, dalam Segalanya, menegaskan bahwa masa depan inklusi keuangan ada di tangan digital natives — generasi yang tidak hanya lahir dalam dunia teknologi, tetapi mampu menjadi alat pemerataan ekonomi.
“Inovasi bukan soal menciptakan teknologi baru, tapi bagaimana teknologi itu menghadirkan keadilan, membuka akses, dan membangun kepercayaan di tengah masyarakat,” tegas Hasan di hadapan ribuan peserta yang memenuhi arena utama.
Ia menjelaskan, perkembangan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan (ITSK) di Indonesia tengah berada pada fase paling dinamis. Melalui mekanisme Regulatory Sandbox, OJK telah menetapkan dua model bisnis baru yang menjadi tulang punggung ekosistem keuangan digital: Pemeringkat Kredit Alternatif (PKA) dan Penyelenggara Agregasi Jasa Keuangan (PAJK).
Dua inovasi ini membuka peluang pembiayaan bagi masyarakat yang selama ini belum terjangkau oleh bank konvensional — sebuah terobosan menuju keadilan ekonomi digital.
Dari Literasi ke Lompatan Ekonomi
Wakil Gubernur Sumatera Selatan Cik Ujang menyebut festival ini sebagai momentum penting dalam mencetak generasi “Sultan Muda” — istilah yang menggambarkan anak muda tangguh, kreatif, dan mandiri finansial.
“Program Sultan Muda sejalan dengan misi Pemprov Sumsel untuk melahirkan 100.000 wirausahawan muda yang melek keuangan digital dan siap bersaing secara global,” ujarnya.
Ia menambahkan, Sumatera Selatan memiliki potensi besar untuk menjadi pusat ekonomi kreatif digital di luar Pulau Jawa, jaminan generasi mudanya diberi ruang percobaan dan didukung oleh kebijakan yang progresif.
Lebih dari Sekadar Festival
Diselenggarakan sejak 17 hingga 19 Oktober 2025, Sultan Muda Digination Fest memadukan semangat edukasi dan hiburan dalam satu ekosistem digital.
Rangkaian acaranya meliputi Digination Summit, Financial Expo & Entrepreneur Zone, Startup Competition, hingga Digination Run — ajang lari massal yang juga menandai peluncuran Sultan Muda Privilege Card.
Lebih dari 4.500 peserta dari seluruh Sumatera Selatan ikut berpartisipasi, menjadikan kegiatan Digination terbesar di Indonesia sejauh ini.
Kepala OJK Sumsel Arifin Susanto menyebut kegiatan ini sebagai “jembatan antara mimpi dan realita ekonomi digital”. Ia menegaskan, inklusi keuangan tidak lagi cukup dengan ceramah dan brosur, tetapi perlu dikemas dalam bentuk yang menginspirasi dan partisipatif seperti Sultan Muda Digination Fest.
Festival ini menandai babak baru bagi ekosistem keuangan digital di Sumatera Selatan. Tidak hanya mengedukasi, tetapi juga membangun jejaring antara pelajar, mahasiswa, pelaku UMKM, startup, hingga lembaga keuangan.
sama dengan visi OJK, inklusi keuangan bukanlah tujuan akhir, melainkan perjalanan panjang menuju kesejahteraan yang adil dan berkelanjutan. Dan di Palembang, perjalanan itu kini dimulai — dengan ribuan langkah digital para Sultan Muda yang berlari membawa semangat perubahan.
Sultan Muda Digination Fest 2025 merupakan bagian dari program nasional Inovasi Keuangan Digital (Digination) OJK yang diinisiasi sejak tahun 2024. Program ini dirancang untuk memperkuat literasi keuangan digital dan memperluas akses ekonomi bagi generasi muda di seluruh Indonesia.( Zul)