- by 27DERAJAT.COM
- Mar, 21, 2025 03:13
FAKTUALSUMSEL, PALEMBANG - Jalur utama penghubung antara Provinsi Sumatera Selatan dan Bengkulu lumpuh total setelah longsor hebat menerjang ruas Pendopo Lintang–Kota Pagaralam, Senin malam (20/10/2025). Material longsor menutup seluruh badan jalan, memaksa arus kendaraan dari Pagaralam menuju Kepahiang terhenti total. Para pengendara terpaksa menggunakan jalur irigasi darurat yang sempit dan licin.
Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru, merespons
cepat dengan mengerahkan tim dari Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PUBM) ke
lokasi kejadian. “Saya sudah perintahkan tim PUBM turun langsung ke lapangan
untuk melakukan pengecekan dan langkah tanggap darurat. Kita pastikan jalur
vital itu segera kembali berfungsi agar mobilitas masyarakat dan transportasi
barang tidak terganggu,” tegas Deru, usai menghadiri peringatan Hari Santri
Nasional di Ponpes Al Muqimus Sunnah, Kenten Laut, Banyuasin, Palembang.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumsel, Drs. H. Ari Narsa,
menambahkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan
aparat kepolisian untuk pengalihan arus lalu lintas sementara. “Kami upayakan
jalur alternatif yang tidak terlalu jauh agar aktivitas ekonomi, terutama arus
logistik dan mobilitas masyarakat, tetap berjalan. Prinsipnya, roda
perekonomian tidak boleh berhenti,” jelasnya.
Bencana tersebut terjadi sekitar pukul 22.00 WIB, tepat di
perbatasan Desa Seleman Ulu dan Desa Sawah, Kecamatan Muara
Pinang, Kabupaten Empat Lawang. Kapolsek Muara Pinang, AKP Dwi Sapriadi,
menjelaskan bahwa hujan ekstrem yang mengguyur sejak siang hari menyebabkan
debit air meningkat tajam hingga membuat struktur tanah di bawah badan jalan
amblas. “Gorong-gorong di bawah jalan tak mampu menahan tekanan air yang besar.
Akibatnya, jalan longsor dan terputus total,” ungkap Dwi, Selasa (21/10/2025).
Kondisi makin parah akibat luapan Sungai Lintang Kiri yang
menyerupai banjir bandang kecil. Arus deras menghantam badan jalan dan memperlebar
kerusakan, menciptakan lubang besar yang membelah jalan sepenuhnya. “Saat ini
kendaraan roda dua maupun roda empat sama sekali tidak bisa melintas. Kami
tutup penuh jalur tersebut untuk menghindari korban,” tambahnya.
Ruas jalan Pendopo–Pagaralam dikenal sebagai urat nadi transportasi
Sumsel-Bengkulu, menghubungkan wilayah strategis seperti Pendopo
Lintang, Ulu Musi, dan Kepahiang. Akibat longsor ini, antrean panjang kendaraan
sempat mengular hingga beberapa kilometer. Warga yang hendak melintas terpaksa
memutar jauh atau menunggu jalur darurat selesai dibuka.
Meski kerusakan tergolong berat, tidak ada korban jiwa
dalam peristiwa ini. Pihak kepolisian bersama aparat desa telah membuka jalur
irigasi sebagai alternatif sementara, meski hanya bisa dilalui kendaraan kecil
secara bergantian. “Kami jaga lalu lintas siang dan malam untuk memastikan
keamanan pengguna jalan,” ujar Dwi.
Pemerintah Desa dan Polisi Desa (PolDes) turut sigap
menutup jalur utama dan membantu pengaturan lalu lintas. Warga setempat juga
ikut bergotong royong membantu petugas. “Kami imbau masyarakat tidak memaksakan
diri melintas di jalur utama karena masih sangat berisiko. Struktur tanah belum
stabil,” ujar salah satu anggota PolDes di lokasi kejadian.
Sementara itu, tim gabungan dari Pemerintah Kecamatan Muara Pinang,
BPBD Empat Lawang, dan Dinas PUBM Sumsel telah melakukan peninjauan
langsung. Mereka menyiapkan langkah-langkah cepat berupa pembersihan material
longsor, pemasangan tanda bahaya, serta penilaian teknis untuk pembangunan
jembatan darurat.(FDL)