Thursday, Jun 4, 2026

Longsor di Jalur Lintas Sumsel–Bengkulu, Agar Arus Lalin Tak Terganggu Jalur di Alihkan


FAKTUALSUMSEL, PALEMBANG - Jalur utama penghubung antara Provinsi Sumatera Selatan dan Bengkulu lumpuh total setelah longsor hebat menerjang ruas Pendopo Lintang–Kota Pagaralam, Senin malam (20/10/2025). Material longsor menutup seluruh badan jalan, memaksa arus kendaraan dari Pagaralam menuju Kepahiang terhenti total. Para pengendara terpaksa menggunakan jalur irigasi darurat yang sempit dan licin.

Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru, merespons cepat dengan mengerahkan tim dari Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PUBM) ke lokasi kejadian. “Saya sudah perintahkan tim PUBM turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengecekan dan langkah tanggap darurat. Kita pastikan jalur vital itu segera kembali berfungsi agar mobilitas masyarakat dan transportasi barang tidak terganggu,” tegas Deru, usai menghadiri peringatan Hari Santri Nasional di Ponpes Al Muqimus Sunnah, Kenten Laut, Banyuasin, Palembang.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumsel, Drs. H. Ari Narsa, menambahkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat kepolisian untuk pengalihan arus lalu lintas sementara. “Kami upayakan jalur alternatif yang tidak terlalu jauh agar aktivitas ekonomi, terutama arus logistik dan mobilitas masyarakat, tetap berjalan. Prinsipnya, roda perekonomian tidak boleh berhenti,” jelasnya.

Bencana tersebut terjadi sekitar pukul 22.00 WIB, tepat di perbatasan Desa Seleman Ulu dan Desa Sawah, Kecamatan Muara Pinang, Kabupaten Empat Lawang. Kapolsek Muara Pinang, AKP Dwi Sapriadi, menjelaskan bahwa hujan ekstrem yang mengguyur sejak siang hari menyebabkan debit air meningkat tajam hingga membuat struktur tanah di bawah badan jalan amblas. “Gorong-gorong di bawah jalan tak mampu menahan tekanan air yang besar. Akibatnya, jalan longsor dan terputus total,” ungkap Dwi, Selasa (21/10/2025).

Kondisi makin parah akibat luapan Sungai Lintang Kiri yang menyerupai banjir bandang kecil. Arus deras menghantam badan jalan dan memperlebar kerusakan, menciptakan lubang besar yang membelah jalan sepenuhnya. “Saat ini kendaraan roda dua maupun roda empat sama sekali tidak bisa melintas. Kami tutup penuh jalur tersebut untuk menghindari korban,” tambahnya.

Ruas jalan Pendopo–Pagaralam dikenal sebagai urat nadi transportasi Sumsel-Bengkulu, menghubungkan wilayah strategis seperti Pendopo Lintang, Ulu Musi, dan Kepahiang. Akibat longsor ini, antrean panjang kendaraan sempat mengular hingga beberapa kilometer. Warga yang hendak melintas terpaksa memutar jauh atau menunggu jalur darurat selesai dibuka.

Meski kerusakan tergolong berat, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Pihak kepolisian bersama aparat desa telah membuka jalur irigasi sebagai alternatif sementara, meski hanya bisa dilalui kendaraan kecil secara bergantian. “Kami jaga lalu lintas siang dan malam untuk memastikan keamanan pengguna jalan,” ujar Dwi.

Pemerintah Desa dan Polisi Desa (PolDes) turut sigap menutup jalur utama dan membantu pengaturan lalu lintas. Warga setempat juga ikut bergotong royong membantu petugas. “Kami imbau masyarakat tidak memaksakan diri melintas di jalur utama karena masih sangat berisiko. Struktur tanah belum stabil,” ujar salah satu anggota PolDes di lokasi kejadian.

Sementara itu, tim gabungan dari Pemerintah Kecamatan Muara Pinang, BPBD Empat Lawang, dan Dinas PUBM Sumsel telah melakukan peninjauan langsung. Mereka menyiapkan langkah-langkah cepat berupa pembersihan material longsor, pemasangan tanda bahaya, serta penilaian teknis untuk pembangunan jembatan darurat.(FDL)

author

27DERAJAT.COM

Longsor di Jalur Lintas Sumsel–Bengkulu, Agar Arus Lalin Tak Terganggu Jalur di Alihkan

Please Login to comment in the post!

you may also like