- by M. Sultan
- Feb, 17, 2025 21:25
PALEMBANG – Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Sumatera Selatan resmi memasuki babak baru. Dr. H. Joncik Muhammad kembali dipercaya memimpin organisasi alumni tersebut untuk masa bakti 2025–2030. Pelantikan yang berlangsung khidmat di Hotel Excelton Palembang, Sabtu (14/2/2026) malam, menjadi momentum penguatan peran Kagama sebagai garda terdepan dalam kontribusi pembangunan daerah.
Prosesi pelantikan dilakukan langsung oleh Wakil Ketua Umum I Pengurus Pusat (PP) Kagama, Budi Karya Sumadi. Kehadiran mantan Menteri Perhubungan itu menambah semarak acara yang dihadiri ratusan alumni UGM, pejabat daerah, akademisi, serta sejumlah tokoh masyarakat Sumatera Selatan. Suasana penuh kebersamaan dan semangat pengabdian tampak mewarnai jalannya kegiatan.
Dalam sambutannya, Budi Karya Sumadi menegaskan bahwa Kagama bukan sekadar organisasi alumni, melainkan kekuatan sosial yang memiliki tanggung jawab moral untuk berkontribusi nyata bagi masyarakat. Ia berharap di bawah kepemimpinan Joncik Muhammad, Kagama Sumsel mampu menjadi motor penggerak pembangunan di berbagai sektor.
“Saya titipkan harapan besar agar Kagama Sumsel menjadi garda terdepan dalam memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan pengabdian kepada masyarakat, sejalan dengan nilai-nilai luhur Universitas Gadjah Mada,” tegas Budi Karya di hadapan para peserta.
Joncik Muhammad sendiri bukan sosok baru di lingkungan Kagama. Bupati Empat Lawang periode 2025–2030 itu kembali terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) sebelumnya. Kepercayaan untuk memimpin dua periode berturut-turut menjadi bukti kuat atas kepemimpinan dan dedikasinya dalam membangun soliditas alumni UGM di Sumatera Selatan.
Usai dilantik, Joncik menegaskan bahwa amanah yang diterimanya merupakan tanggung jawab besar untuk memperkuat silaturahmi sekaligus memastikan keberadaan Kagama memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia menekankan bahwa alumni UGM harus hadir sebagai bagian dari solusi terhadap berbagai persoalan sosial dan ekonomi di daerah.
“Amanah ini bukan sekadar jabatan, tetapi tanggung jawab untuk memastikan alumni UGM hadir, berkontribusi, dan menjadi solusi bagi kebutuhan masyarakat Sumsel,” ujarnya kepada awak media.
Sebagai langkah awal, Joncik akan memprioritaskan pendataan ulang seluruh alumni UGM yang berada di Sumatera Selatan. Pendataan tersebut dinilai penting untuk memetakan potensi dan memperkuat sinergi lintas profesi, mulai dari birokrat, politisi, akademisi, hingga pelaku usaha.
Menurutnya, kekuatan Kagama terletak pada keberagaman latar belakang anggotanya. Dengan jaringan yang solid, ia optimistis Kagama dapat menjalankan berbagai program strategis di bidang pendidikan, ekonomi kerakyatan, pemberdayaan masyarakat, hingga penguatan kapasitas sumber daya manusia.
“Kita berasal dari berbagai profesi dan bidang. Jika disinergikan dengan baik, Kagama akan menjadi kekuatan besar yang manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” tambah Joncik.
Pelantikan kepengurusan baru ini juga menjadi momentum konsolidasi organisasi. Sejumlah program yang telah berjalan pada periode sebelumnya akan dilanjutkan dan ditingkatkan, termasuk kegiatan sosial, pengabdian masyarakat, serta kolaborasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan.
Dengan kepemimpinan baru yang kembali dipercayakan kepada Joncik Muhammad, Kagama Sumsel diharapkan tidak hanya menjadi wadah silaturahmi alumni, tetapi juga tampil sebagai mitra strategis pemerintah dan elemen masyarakat dalam mendorong kemajuan Sumatera Selatan yang lebih inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.(dil)