- by M. Sultan
- Feb, 17, 2025 21:25
FAKTUALSUMSEL, BANYUASIN - Desa
Ganesha Mukti, Kecamatan Muara Sugihan, Kabupaten Banyuasin merupakan kawasan
transmigrasi dengan luas lahan pertanian mencapai 1.697 hektar, sebagian besar
berupa lahan gambut. Tantangan utama di wilayah ini adalah pengelolaan lahan
gambut yang rentan terhadap kerusakan lingkungan dan penurunan kesuburan tanah.
Menjawab tantangan tersebut, tim dosen Universitas Sriwijaya yang
terdiri dari Santa Maria Lumbantoruan, S.P., M.P. (ketua), Fitri Ramadhani,
S.P., M.Si., dan Primayoga Harsana Setyaaji, S.TP., M.Sc., mengusung inovasi
Reaktor Pirolisis Hayati Sekam Padi sebagai teknologi alternatif yang ramah
lingkungan. Teknologi ini mengubah sekam padi menjadi biochar, yaitu karbon
hasil pirolisis dalam kondisi minim oksigen, yang diperkaya dengan pupuk hayati
untuk meningkatkan kesuburan tanah.
Biochar berperan sebagai amelioran tanah gambut, membantu
memperbaiki struktur tanah, menjaga kelembapan, serta meningkatkan ketersediaan
hara secara berkelanjutan. Penggunaan biochar hayati ini diharapkan dapat
meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menjaga kelestarian ekosistem
lahan gambut.

Program pengabdian dimulai dengan kegiatan sosialisasi dan diskusi
bersama kelompok tani, dilanjutkan dengan pelatihan teknis tentang proses
pirolisis dan pemanfaatan biochar hayati. Pelatihan ini bertujuan membekali
para petani dengan keterampilan praktis untuk menerapkan teknologi secara
mandiri di lahan mereka. Kegiatan ini merupakan wujud nyata sinergi antara ilmu
pengetahuan, teknologi, dan masyarakat, yang bertujuan untuk meningkatkan
kesejahteraan petani sekaligus mendorong pertanian berkelanjutan di Kabupaten
Banyuasin.
Ucapan terima kasih disampaikan kepada Direktorat Direktorat
Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Pendidikan
Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi yang
telah mendukung kegiatan pengabdian ini melalui Kontrak Pengabdian Nomor
105/C3/DT.05.00/PM/2025.(fdl)