Tuesday, Jul 21, 2026

HMTN Merah Putih Sumsel Dikukuhkan, Herman Deru Dorong Petani Naik Kelas Jadi Entrepreneur dan Bankable


HTMN foto bareng bersama gubernur Sumsel

PALEMBANG – Semangat membangun sektor pertanian yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing mewarnai pelantikan dan pengukuhan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Himpunan Masyarakat Tani Nusantara (HMTN) Merah Putih Provinsi Sumatera Selatan periode 2026-2030. Pengurus yang dipimpin Ketua DPW HMTN Merah Putih Sumsel, Ir Agus Darwa, resmi dilantik dan dikukuhkan langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, Sabtu petang (20/6/2026). Moment ini menjadi penegasan komitmen bersama dalam meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Dalam sambutannya, Herman Deru menegaskan bahwa tantangan pertanian saat ini bukan hanya soal meningkatkan produksi, tetapi juga mengubah pola pikir petani agar mampu menjadi pelaku usaha yang memahami manajemen bisnis pertanian. Menurutnya, petani tidak boleh lagi hanya menjadi pekerja di lahan miliknya sendiri tanpa mengetahui secara rinci biaya produksi, keuntungan, hingga peluang pengembangan usaha. "Kita ingin mengubah mindset petani dari sekadar buruh di tanahnya sendiri menjadi petani entrepreneur yang memahami perhitungan usaha, memahami perbankan, dan menjadi petani yang bankable," tegasnya.

Deru menjelaskan, keberhasilan Sumsel menjadi salah satu daerah pengendali inflasi terbaik di Indonesia tidak terlepas dari keberhasilan Program Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) yang telah berjalan selama beberapa tahun terakhir. Program tersebut dinilai mampu mengubah pola masyarakat dari yang semula konsumtif menjadi produktif. Ketika masyarakat mampu menghasilkan kebutuhan pangannya sendiri, maka gejolak harga tidak mudah memicu kepanikan. "Secara psikologis masyarakat tidak mudah panik membeli kebutuhan pokok karena mereka memiliki kemandirian pangan. Inflasi pun dapat terjaga dengan baik," ujarnya.

Lebih lanjut, Herman Deru menyebut kehadiran HMTN Merah Putih menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengangkat kelas petani Sumsel. Jika selama ini pemerintah fokus mendorong UMKM naik kelas, maka ke depan giliran petani yang harus mendapatkan perhatian serupa. HMTN diharapkan mampu mendampingi petani memahami rantai bisnis pertanian secara utuh, mulai dari produksi, pemasaran, hingga akses pembiayaan. Dengan demikian, petani tidak hanya menikmati hasil panen yang lebih baik, tetapi juga memperoleh nilai tambah dari aktivitas usahanya.

Gubernur juga mengungkapkan capaian membanggakan sektor pertanian Sumsel yang kini menjadi salah satu provinsi dengan peningkatan produksi pangan terbesar secara nasional. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras yang dilakukan secara komprehensif oleh pemerintah daerah, Dinas Pertanian, para penyuluh pertanian lapangan (PPL), serta petani di seluruh wilayah Sumsel. Pemerintah Provinsi Sumsel sendiri telah memperkuat sektor pertanian dengan mengangkat lebih dari 2.000 penyuluh pertanian guna mendampingi petani meningkatkan produktivitas. "Hasilnya sudah terlihat. Sumatera Selatan kini menuju produksi 5 juta ton gabah kering giling. Ini menunjukkan produktivitas petani terus meningkat," katanya.

Sementara itu, Ketua DPW HMTN Merah Putih Sumsel, Ir Agus Darwa, menyampaikan rasa syukur atas amanah yang diberikan kepadanya bersama jajaran pengurus yang baru dilantik. Menurutnya, HMTN hadir sebagai wadah aspirasi sekaligus organisasi pemberdayaan masyarakat tani yang akan berperan aktif dalam mendukung pembangunan pertanian di Sumatera Selatan. Dalam periode kepengurusannya, HMTN akan fokus pada program resiliensi atau pemulihan sektor pertanian yang selama ini mengalami stagnasi, sekaligus melakukan akselerasi pembangunan melalui berbagai inovasi dan pendekatan modern.

Agus Darwa menjelaskan bahwa edukasi menjadi salah satu program prioritas organisasi. HMTN akan mendorong penerapan teknologi pertanian modern pada berbagai subsektor, mulai dari tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan hingga perikanan. Selain itu, organisasi juga akan memperkuat program urban farming yang sejalan dengan konsep GSMP, mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan, mempercepat hilirisasi hasil pertanian, serta berupaya meningkatkan nilai jual produk petani. Menurutnya, petani harus menjadi bagian penting dalam rantai bisnis pertanian, bukan hanya sebagai produsen, tetapi juga sebagai pelaku usaha yang memperoleh keuntungan lebih besar dari hasil kerja kerasnya.

Dalam upaya meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani, HMTN juga menurut Agus, berencana melakukan pembaruan data pertanian secara menyeluruh, mulai dari luas lahan, produksi, harga komoditas hingga tingkat kesejahteraan petani. Organisasi ini juga akan mendorong penggunaan pupuk organik dan teknologi ramah lingkungan guna menekan biaya produksi sekaligus menjaga kesuburan tanah. Untuk mewujudkan program tersebut, HMTN akan menggandeng berbagai perguruan tinggi dan lembaga penelitian agar setiap kebijakan dan inovasi yang diterapkan memiliki dasar ilmiah yang kuat. Dengan sinergi antara pemerintah, akademisi, dan petani, HMTN Merah Putih Sumsel optimistis mampu menjadi motor penggerak lahirnya petani-petani modern yang produktif, mandiri, dan sejahtera di Bumi Sriwijaya. (Bnu)

author

27DERAJAT.COM

HMTN Merah Putih Sumsel Dikukuhkan, Herman Deru Dorong Petani Naik Kelas Jadi Entrepreneur dan Bankable

Please Login to comment in the post!

you may also like