Wednesday, Jun 3, 2026

Herman Deru Tegaskan Komitmen MBG, Cegah Stunting dan Dongkrak Ekonomi Daerah


konsolidasi mitra MBG

PALEMBANG – Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, menegaskan komitmennya dalam memperkuat Program Makanan Bergizi (MBG) sebagai strategi utama mencegah stunting sekaligus menggerakkan ekonomi daerah. Penegasan itu disampaikan saat menghadiri rapat konsolidasi MBG bersama jajaran Pemprov Sumsel, yayasan, dan mitra se-Sumsel di Hotel Aryaduta, Sabtu (28/2/2026). Forum tersebut menjadi momentum penting menyatukan visi lintas sektor agar program pemenuhan gizi anak berjalan optimal, merata, dan berkelanjutan di seluruh kabupaten/kota.

Dalam wawancara usai rapat, Herman Deru mengungkapkan capaian membanggakan Sumsel yang kini menjadi provinsi dengan angka stunting terendah kedua secara nasional. Ia menyebut keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja kolektif pemerintah, mitra, dan masyarakat. “Ini bukti bahwa upaya kita tidak sia-sia. Lima tahun berturut-turut kita juga mampu menjaga stabilitas inflasi melalui TPID. Artinya ekonomi bergerak dan kebutuhan pokok tetap terjangkau,” ujarnya optimistis.

Menurutnya, MBG bukan sekadar program pembagian makanan, melainkan investasi jangka panjang untuk masa depan generasi Sumsel. Anak-anak harus tumbuh sehat, bebas stunting, dan siap bersaing di tingkat global. Ia juga menekankan pentingnya memperkuat rantai pasok lokal agar kebutuhan bahan pangan dipenuhi dari dalam daerah. Strategi ini diyakini mampu mendorong perputaran ekonomi, memberdayakan petani, pelaku UMKM, serta memastikan keberlanjutan program.

Image

PALEMBANG – Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, menegaskan komitmennya dalam memperkuat Program Makanan Bergizi (MBG) sebagai strategi utama mencegah stunting sekaligus menggerakkan ekonomi daerah. Penegasan itu disampaikan saat menghadiri rapat konsolidasi MBG bersama jajaran Pemprov Sumsel, yayasan, dan mitra se-Sumsel di Hotel Aryaduta, Sabtu (28/2/2026). Forum tersebut menjadi momentum penting menyatukan visi lintas sektor agar program pemenuhan gizi anak berjalan optimal, merata, dan berkelanjutan di seluruh kabupaten/kota.

Dalam wawancara usai rapat, Herman Deru mengungkapkan capaian membanggakan Sumsel yang kini menjadi provinsi dengan angka stunting terendah kedua secara nasional. Ia menyebut keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja kolektif pemerintah, mitra, dan masyarakat. “Ini bukti bahwa upaya kita tidak sia-sia. Lima tahun berturut-turut kita juga mampu menjaga stabilitas inflasi melalui TPID. Artinya ekonomi bergerak dan kebutuhan pokok tetap terjangkau,” ujarnya optimistis.

Menurutnya, MBG bukan sekadar program pembagian makanan, melainkan investasi jangka panjang untuk masa depan generasi Sumsel. Anak-anak harus tumbuh sehat, bebas stunting, dan siap bersaing di tingkat global. Ia juga menekankan pentingnya memperkuat rantai pasok lokal agar kebutuhan bahan pangan dipenuhi dari dalam daerah. Strategi ini diyakini mampu mendorong perputaran ekonomi, memberdayakan petani, pelaku UMKM, serta memastikan keberlanjutan program.

Sementara itu, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sanjaya, menegaskan mulai Senin (2/3/2026) seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib menyiarkan menu makanan melalui media sosial resmi seperti Instagram, Facebook, dan TikTok. Transparansi ini mencakup publikasi menu harian, kandungan gizi, hingga rincian harga agar masyarakat dapat melakukan kontrol langsung. “Jika ada pelanggaran SOP atau dugaan mark-up, operasional SPPG bisa disuspensi sementara. APIP juga dapat turun langsung melakukan pemeriksaan,” tegasnya.

Dalam laporan konsolidasi disebutkan, dari target 708 SPPG, sebanyak 673 unit telah operasional, dengan kebutuhan ideal mencapai 1.423 unit. Saat ini sekitar 700 SPPG aktif, dan 400 di antaranya telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). BGN mewajibkan setiap SPPG mendaftar SLHS maksimal 30 hari setelah operasional. Program MBG di Sumsel setiap hari menggelontorkan anggaran Rp 3,3 miliar, dengan total biaya Sumsel-Babel mencapai Rp 28.568.595.000 untuk 1.909.425 penerima manfaat, didukung 33.276 relawan. Rinciannya meliputi bahan pokok Rp 17.948.595.000, honor relawan Rp 3.327.600.000, insentif Rp 4.248.000.000, serta biaya lainnya Rp 3.044.400.000—menegaskan keseriusan pemerintah memastikan program berjalan aman, higienis, transparan, dan tepat sasaran demi masa depan generasi muda Sumsel. (dil)

Sementara itu, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sanjaya, menegaskan mulai Senin (2/3/2026) seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib menyiarkan menu makanan melalui media sosial resmi seperti Instagram, Facebook, dan TikTok. Transparansi ini mencakup publikasi menu harian, kandungan gizi, hingga rincian harga agar masyarakat dapat melakukan kontrol langsung. “Jika ada pelanggaran SOP atau dugaan mark-up, operasional SPPG bisa disuspensi sementara. APIP juga dapat turun langsung melakukan pemeriksaan,” tegasnya.

Dalam laporan konsolidasi disebutkan, dari target 708 SPPG, sebanyak 673 unit telah operasional, dengan kebutuhan ideal mencapai 1.423 unit. Saat ini sekitar 700 SPPG aktif, dan 400 di antaranya telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). BGN mewajibkan setiap SPPG mendaftar SLHS maksimal 30 hari setelah operasional. Program MBG di Sumsel setiap hari menggelontorkan anggaran Rp 3,3 miliar, dengan total biaya Sumsel-Babel mencapai Rp 28.568.595.000 untuk 1.909.425 penerima manfaat, didukung 33.276 relawan. Rinciannya meliputi bahan pokok Rp 17.948.595.000, honor relawan Rp 3.327.600.000, insentif Rp 4.248.000.000, serta biaya lainnya Rp 3.044.400.000—menegaskan keseriusan pemerintah memastikan program berjalan aman, higienis, transparan, dan tepat sasaran demi masa depan generasi muda Sumsel. (dil)

author

27DERAJAT.COM

Herman Deru Tegaskan Komitmen MBG, Cegah Stunting dan Dongkrak Ekonomi Daerah

Please Login to comment in the post!

you may also like

  • by 27DERAJAT.COM
  • May, 16, 2025 01:22
BGN Bakal Dirikan 965 Satuan Layanan SPPG di Sumsel
  • by 27DERAJAT.COM
  • May, 17, 2025 10:06
Imigrasi Jaring 170 WNA dalam Operasi Wira Waspada