- by 27DERAJAT.COM
- Mar, 09, 2025 22:33
PALEMBANG – Suasana penuh khidmat, hangat, dan sarat dengan nilai-nilai budaya mewarnai prosesi ngunduh mantu pasangan Alan Pratama dan Suaiba Utami Nanda, S.Kep., yang digelar di kediaman mempelai pria di Mekahak, Desa Kota Baru Barat, Kecamatan Martapura, Kabupaten OKU Timur, Jumat (29/5/2026). Acara tersebut tidak hanya menjadi momentum kebahagiaan bagi kedua mempelai dan keluarga besar, tetapi juga menjadi ajang pelestarian adat istiadat Komering yang masih terjaga dengan baik hingga saat ini.
Alan Pratama yang merupakan Anggota DPRD Kabupaten OKU Timur dari Fraksi PDI Perjuangan resmi mempersunting Suaiba Utami Nanda, gadis asal Bumi Serasan Sekate, Kabupaten Musi Banyuasin. Momen istimewa dalam acara tersebut semakin lengkap dengan kehadiran tokoh nasional sekaligus Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Dr. H.M. Giri Ramanda N. Kiemas, S.E., M.M. Kehadirannya tidak hanya untuk memberikan doa restu kepada kedua mempelai, tetapi juga menjadi bentuk dukungan dan silaturahmi dengan masyarakat serta keluarga besar Alan Pratama. Kehadiran tokoh nasional tersebut mendapat sambutan hangat dari para tamu yang hadir.
Puncak acara berlangsung saat digelarnya prosesi pemberian adok atau gelar adat Komering yang dipimpin langsung oleh Ketua Pemangku Adat Komering, H. Leo Budi Rachmadi, S.E., yang bergelar Batin. Dalam prosesi yang berlangsung sakral tersebut, masyarakat adat Komering memberikan penghormatan khusus kepada Dr. H.M. Giri Ramanda N. Kiemas dengan menganugerahkan gelar kehormatan Raja Mangku Penyuimbang Bumi.
Penganugerahan gelar tersebut merupakan bentuk penghargaan masyarakat adat atas dedikasi, kontribusi, serta ketokohan Giri Ramanda Kiemas yang dinilai telah banyak memberikan perhatian terhadap pembangunan daerah dan pelestarian nilai-nilai budaya. Gelar tersebut juga menjadi simbol eratnya hubungan antara tokoh nasional dengan masyarakat adat Komering yang terus menjaga warisan leluhur mereka.
Tidak hanya itu, kedua mempelai juga mendapatkan gelar adat sebagai bagian dari prosesi pengukuhan dalam lingkungan adat Komering. Alan Pratama bin Maulana resmi menyandang gelar Raja Budiman Sakti, sementara sang istri, Suaiba Utami Nanda, juga menerima gelar adat yang menandai dirinya telah menjadi bagian dari keluarga besar masyarakat Komering di Martapura. Prosesi tersebut berlangsung penuh haru dan menjadi simbol penyatuan dua keluarga besar dalam ikatan pernikahan yang sakral.
Acara ngunduh mantu ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting di Kabupaten OKU Timur. Hadir di antaranya Bupati OKU Timur Ir. H. Lanosin, M.T., Wakil Bupati OKU Timur H.M. Adi Nugraha Purna Yudha, S.H., serta sejumlah anggota DPRD Kabupaten OKU Timur dan tokoh masyarakat lainnya. Kehadiran para pejabat daerah tersebut menunjukkan kedekatan hubungan antara pemerintah daerah, masyarakat, dan para wakil rakyat yang selama ini bersama-sama membangun Kabupaten OKU Timur.
Alan Pratama sendiri dikenal sebagai salah satu legislator muda yang cukup menonjol di Kabupaten OKU Timur. Putra sulung pasangan Aipda Maulana dan Ibu Marlinda tersebut merupakan lulusan Pondok Modern Darussalam Gontor tahun 2019. Di usia yang relatif muda, Alan berhasil menorehkan prestasi dengan menjadi anggota legislatif dan aktif dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan maupun kepemudaan.
Rangkaian pernikahan yang berlangsung di dua daerah tersebut menjadi simbol penyatuan dua keluarga besar dari latar belakang budaya yang berbeda namun tetap menjunjung tinggi nilai-nilai adat dan tradisi.
Kehadiran para petinggi PDI Perjuangan, tokoh nasional, serta jajaran pemerintahan daerah dalam acara tersebut menjadi gambaran eratnya hubungan kekeluargaan dan soliditas antarkader partai. Di balik kemeriahan pesta, momen ini juga menjadi ajang memperkuat silaturahmi, menjaga warisan budaya, serta menegaskan bahwa tradisi adat masih memiliki tempat istimewa di tengah kehidupan masyarakat modern.
Prosesi ngunduh mantu Alan Pratama dan Suaiba Utami Nanda pun menjadi salah satu perhelatan adat yang meninggalkan kesan mendalam bagi para tamu undangan. Perpaduan antara nuansa kekeluargaan, nilai budaya, dan kehadiran tokoh-tokoh penting menjadikan acara tersebut tidak hanya sebagai pesta pernikahan, tetapi juga sebagai perayaan kebersamaan yang memperkokoh persatuan masyarakat OKU Timur. (Bnu)