Wednesday, Jun 3, 2026

Gajah Liar Kembali Masuk Persawahan, Warga Banyubiru dan Nusakarta Mulai Gelisah Saat Padi Menghijau


Air Sugihan — Ketegangan kembali menyelimuti warga Desa Banyubiru dan Nusakarta, Kecamatan Airsugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Senin malam (17/11) sekitar pukul 20.00 WIB. Di tengah musim tanam yang sedang memasuki fase padi mulai menghijau, kawanan gajah liar kembali muncul dan merangsek masuk ke area persawahan warga.

Sutanto Edi, warga Airsugihan yang pertama kali memberikan laporan. Seperti dikutip dari media lokal setempat (Sumeks Minggu) mengungkapkan bahwa kemunculan gajah terjadi saat malam mulai sunyi. Kawanan gajah tersebut, kata Sutanto, masuk melalui jalur kanal limbah yang menjadi akses mereka menuju lahan tanaman warga. “Di desa Nusakarta dan Banyubiru, warga yang punya tanaman padi sudah mulai waspada. Mereka berjaga-jaga karena gajah merusak pohon pisang dan tanaman padi,” ujarnya.

Di tengah kecemasan warga, Kepala Desa Banyubiru, Susanto, mengaku belum menerima laporan resmi masuknya gajah ke lahan warga pada malam tersebut. Namun ia tidak menampik bahwa kejadian serupa pernah terjadi pada bulan sebelumnya. “Kalau bulan kemarin memang ada. Warga sampai jaga malam dan pos kamling dijalankan secara bergantian. Kalau memang gajah mulai masuk lagi, saya imbau warga untuk tetap waspada, jaga jarak aman, dan jadwal jaga malam harus diatur. Soalnya siang hari warga juga harus bekerja,” kata Susanto.

Kekhawatiran warga semakin besar mengingat masa tanam padi sedang berlangsung. Tanaman padi yang mulai tumbuh menghijau sangat rentan rusak jika diinjak atau dimakan oleh gajah. Selain merusak pohon pisang sebagai sumber makanannya, gajah juga sering kali mengobrak-abrik pematang sawah sehingga menimbulkan kerusakan lebih luas. Situasi ini membuat sebagian warga harus begadang menjaga lahan mereka sembari memastikan keselamatan diri.

Sementara itu, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan, Teguh Setiawan, saat dihubungi Sumeks Minggu, mengatakan bahwa hingga tadi malam pihaknya belum menerima laporan terkait kemunculan gajah tersebut. Meski demikian, Teguh memastikan pihaknya akan segera melakukan pengecekan melalui petugas lapangan. “Saya cek dulu ke teman-teman di lapangan ya,” ujarnya singkat.

Kemunculan gajah liar ini kembali menjadi pengingat bahwa konflik satwa dan manusia masih menjadi persoalan serius di wilayah Airsugihan. Tanpa mitigasi yang tepat, petani terus berada dalam ketidakpastian—antara menjaga keselamatan diri dan mempertahankan hasil panen yang menjadi sumber penghidupan mereka. Warga berharap pihak terkait dapat bergerak cepat memberikan perlindungan serta solusi jangka panjang untuk mencegah konflik kembali berulang.(fdl)

author

27DERAJAT.COM

Gajah Liar Kembali Masuk Persawahan, Warga Banyubiru dan Nusakarta Mulai Gelisah Saat Padi Menghijau

Please Login to comment in the post!

you may also like

  • by 27DERAJAT.COM
  • May, 16, 2025 01:22
BGN Bakal Dirikan 965 Satuan Layanan SPPG di Sumsel
  • by 27DERAJAT.COM
  • May, 17, 2025 10:06
Imigrasi Jaring 170 WNA dalam Operasi Wira Waspada