- by M. Sultan
- Feb, 17, 2025 21:25
PALEMBANG – Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Sumatera Selatan terus berupaya meningkatkan kualitas layanannya. Salah satu langkah konkret dilakukan melalui Forum Konsultasi Publik penyesuaian standar pelayanan yang digelar di Hotel Aston Palembang, Sabtu (20/12/2025).
Forum ini menjadi ruang dialog terbuka antara BGTK Sumsel dengan para pemangku kepentingan pendidikan untuk mengevaluasi sekaligus menyempurnakan standar layanan yang selama ini diberikan kepada masyarakat, khususnya insan pendidikan di Sumatera Selatan.
Kepala BGTK Provinsi Sumatera Selatan, Dra. Ohorella Erma, M.IKom, menegaskan bahwa forum tersebut merupakan bagian dari komitmen BGTK dalam menghadirkan pelayanan yang semakin relevan, adaptif, dan sesuai dengan kebutuhan pengguna layanan.
“Forum konsultasi publik ini bertujuan menyesuaikan standar pelayanan yang kami miliki. Tugas dan fungsi BGTK sangat erat kaitannya dengan peningkatan kompetensi guru, kepala sekolah, serta tenaga kependidikan lainnya,” ujar Ohorella saat diwawancarai di sela kegiatan.
Ia menjelaskan, selama ini BGTK Sumsel telah menjalankan berbagai program layanan yang masing-masing telah memiliki standar operasional. Namun, seiring dinamika kebutuhan di lapangan, standar tersebut perlu terus ditinjau dan disempurnakan agar tetap efektif dan tepat sasaran.
Dalam forum tersebut, BGTK Sumsel menghadirkan berbagai unsur pemangku kepentingan, mulai dari organisasi pendidikan seperti Muhammadiyah, organisasi Katolik, hingga mitra strategis lainnya yang selama ini menjadi pengguna layanan BGTK.
“Kami ingin mendengar langsung dari para pengguna layanan. Apakah standar pelayanan yang kami terapkan sudah sesuai, atau masih ada hal-hal yang perlu dievaluasi dan diperbaiki,” katanya.
Menurut Ohorella, keterlibatan aktif para stakeholder menjadi kunci penting dalam peningkatan mutu layanan. Masukan, kritik, dan saran yang disampaikan akan menjadi bahan evaluasi sekaligus pijakan dalam pengambilan kebijakan ke depan.
Lebih lanjut, ia menyebut forum ini juga berfungsi sebagai evaluasi kinerja internal BGTK Sumsel. Dengan membuka ruang dialog yang transparan, BGTK berharap dapat membangun kepercayaan publik serta meningkatkan akuntabilitas layanan.
“Kami berharap mendapatkan masukan yang jujur dan konstruktif, sehingga standar pelayanan dan kinerja BGTK ke depan bisa semakin baik dan profesional,” jelasnya.
Ohorella juga menekankan pentingnya sinergi dan komunikasi dua arah antara BGTK dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan. Dengan kolaborasi yang kuat, layanan diharapkan menjadi lebih ramah, efektif, dan berdampak nyata.
Ia pun mengajak seluruh peserta forum untuk memanfaatkan kesempatan tersebut secara maksimal. “Silakan sampaikan pandangan dan evaluasi secara terbuka. Ini sejalan dengan visi Kementerian Pendidikan, yakni menghadirkan pendidikan bermutu untuk semua, yang tentu harus didukung oleh layanan publik yang berkualitas di Sumatera Selatan,” pungkasnya.(dil)