Wednesday, Jun 3, 2026

Bawaslu Sumsel Gandeng Pramuka Perkuat Pengawasan Pemilu: Libatkan Generasi Muda dari Bangku Sekolah


PALEMBANG – Upaya memperkuat pengawasan pemilu di Sumatera Selatan memasuki babak baru. Bawaslu Sumsel resmi menggandeng Kwartir Daerah Gerakan Pramuka melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Aula Bawaslu Sumsel, Kamis petang (30/10/2025). Langkah ini bukan sekadar kerja sama lokal, melainkan bagian dari program nasional Bawaslu RI dalam membentuk Satuan Karya (Saka) Adhyasta Pemilu di seluruh Indonesia.

Plh Ketua Bawaslu Sumsel, Ahmad Naafi, melalui anggota Bawaslu Sumsel, Dra Massuryati, menegaskan bahwa kolaborasi ini menjadi bentuk nyata keseriusan Bawaslu dalam melibatkan generasi muda sebagai garda terdepan pengawasan demokrasi.

“Secara nasional, seluruh Bawaslu Provinsi melakukan MoU dengan Kwartir Pramuka. Ini tindak lanjut komitmen untuk membentuk Saka Pemilu di setiap provinsi sebagai wadah pengawasan partisipatif,” jelas Massuryati.

Menurutnya, Sumsel tercatat sebagai provinsi ke-10 di Indonesia yang sudah menjalankan kerja sama ini. Nantinya, anggota Pramuka akan dibekali pengetahuan seputar pencegahan pelanggaran, pelaporan, hingga teknik pengawasan kontestasi demokrasi.

Anggota Bawaslu Sumsel, Ardianto, mengungkapkan bahwa target dari pembentukan Saka ini adalah Pramuka Penegak dan Pandega, yang didominasi pelajar SMA dan mahasiswa. “Mereka bukan hanya pemilih pemula, tapi sudah punya kapasitas untuk turut mengawasi proses pemilu. Kami akan mengajarkan cara memantau, melapor, hingga memahami prosedur pemilu dengan benar,” ujar Ardianto.

Program ini diyakini akan melahirkan kader muda yang kritis, berintegritas, dan peduli terhadap masa depan demokrasi Indonesia. Edukasi dilakukan bukan hanya jelang pemilu, tetapi secara berkelanjutan. Ketua Kwarda Pramuka Sumsel, Riza Pahlevi, menyambut antusias kerja sama ini. Ia menilai langkah Bawaslu sebagai inovasi berani dan strategis dalam menjaga kualitas demokrasi sejak dini. “Ini inovasi luar biasa. Bawaslu tidak menunggu waktu pemilu, tetapi sejak sekarang membangun komunitas pengawas muda,” ujarnya.

Riza mengungkapkan, Pramuka Sumsel memiliki 173.000 anggota dengan tingkat keaktifan mencapai 78%. Dengan kolaborasi ini, ia optimistis partisipasi pengawasan pemilu bisa mencapai 100%. “Pramuka kita Pramuka sejati. Tidak hanya pakai seragam, tapi mengamalkan Tri Satya dan Dasa Dharma. Kami siap berkontribusi menciptakan pemilu damai, aman, dan bermartabat,” tegasnya.

Kerja sama ini turut melibatkan alumni kader pengawas partisipatif Bawaslu yang selama ini aktif mengedukasi publik. Mereka dinilai sudah teruji dan memiliki rekam jejak menjaga kondusivitas di masyarakat. Sinergi Bawaslu, Pramuka, dan alumni diharapkan mampu menciptakan sistem pengawasan berkelanjutan dan menanamkan nilai-nilai antikorupsi, kejujuran, dan tanggung jawab pada generasi muda Sumsel.

Langkah ini sekaligus mempertegas arah pengawasan pemilu di era partisipatif: masyarakat bukan lagi hanya pemilih, tetapi juga penjaga demokrasi. Dengan komitmen bersama antara lembaga pengawas pemilu dan organisasi kepemudaan terbesar di Indonesia, Sumsel semakin siap menyongsong pesta demokrasi dengan partisipasi publik yang lebih kuat, independen, dan berkarakter. Upaya ini menjadi bukti bahwa demokrasi tidak hanya diperjuangkan di bilik suara, tetapi juga melalui edukasi, pembinaan, dan keterlibatan aktif generasi muda jauh sebelum pemilu digelar.(fdl)

author

27DERAJAT.COM

Bawaslu Sumsel Gandeng Pramuka Perkuat Pengawasan Pemilu: Libatkan Generasi Muda dari Bangku Sekolah

Please Login to comment in the post!

you may also like