Wednesday, Jun 3, 2026

Bawaslu Sumsel Gandeng Alumni Kader Partisipatif Perkuat Pengawasan Pemilu


PALEMBANG – Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Bawaslu Sumatera Selatan dan Alumni Kader Pengawas Partisipatif Sumsel resmi berlangsung sebagai bagian dari program nasional Bawaslu Republik Indonesia. Kegiatan ini menandai komitmen bersama dalam memperkuat peran masyarakat dalam pengawasan pemilu, sekaligus memastikan proses demokrasi di Sumsel berjalan transparan dan berintegritas.

Pelaksana Harian (Plh) Ketua Bawaslu Sumsel, Ahmad Naafi, SH. M.Kn., menegaskan bahwa kerja sama tersebut bukan sekadar inisiatif daerah, tetapi implementasi dari gerakan pengawasan partisipatif yang tengah digencarkan secara nasional. “Ini adalah penguatan statik masyarakat melalui Alumni Kader Pengawas Partisipatif. Kami sambut baik kerja sama ini untuk mendorong pengawasan yang lebih luas dan aktif,” ujarnya, usai acara MoU, kepada koran ini (31/10).

Menurut Naafi, pengawasan partisipatif adalah ajakan langsung kepada masyarakat untuk ikut mengawal pelaksanaan pemilu. Tak hanya memastikan aturan ditaati, tetapi juga mendorong munculnya mental, spiritual, dan akhlak yang baik dalam pelaksanaan demokrasi. “Kami memandang perlu kerja sama seperti ini agar kesadaran publik semakin kuat,” tambahnya.

Ia menjelaskan bahwa tujuan utama Bawaslu adalah menegakkan keadilan pemilu serta memperkuat pendidikan demokrasi. Melalui keterlibatan alumni kader ini, pihaknya berharap proses sosialisasi pemilu dapat dilakukan lebih masif dan efektif hingga ke lapisan masyarakat terbawah, mulai dari memahami tahapan pemilu hingga tata cara pelaporan pelanggaran.

Naafi juga menyoroti pentingnya pemahaman masyarakat tentang prosedur formal dan materiil dalam pelaporan pelanggaran pemilu. Edukasi terkait hal tersebut dinilai krusial agar masyarakat mampu ikut serta mengawal jalannya demokrasi Indonesia secara benar dan bertanggung jawab. “Ini bukan hanya soal memilih, tetapi memastikan prosesnya berintegritas,” jelasnya.

Selain itu, ditegaskan bahwa penegakan aturan pemilu memiliki dampak langsung terhadap kualitas pengawasan. Dengan adanya kerja sama ini, tindakan pelanggaran diharapkan dapat diantisipasi lebih dini melalui keterlibatan aktif masyarakat. Peningkatan partisipasi publik menjadi kunci untuk mewujudkan pemilu bersih dan bermartabat.

“MoU ini penting sebagai bentuk komitmen bersama dalam menguatkan peran publik dalam proses demokrasi,” tutup Naafi. Dengan terjalinnya kolaborasi tersebut, Bawaslu Sumsel optimistis akan semakin tercipta pemilu yang jujur, adil, dan penuh partisipasi aktif masyarakat, sehingga cita-cita demokrasi luhur dapat tercapai dengan maksimal di Sumatera Selatan. (fdl)

 

author

27DERAJAT.COM

Bawaslu Sumsel Gandeng Alumni Kader Partisipatif Perkuat Pengawasan Pemilu

Please Login to comment in the post!

you may also like