- by nain
- Oct, 08, 2025 00:00
PALEMBANG — Penurunan angka kriminalitas hingga keberhasilan menekan fatalitas kecelakaan lalu lintas menjadi sorotan utama dalam rilis evaluasi akhir tahun 2025 Polda Sumsel. Paparan kinerja tahunan tersebut, Rabu (31/12) disampaikan langsung Kapolda Sumsel Irjen Pol Andi Rian R. Djajadi, S.I.K., M.H., sebagai wujud keterbukaan informasi publik.
Sepanjang 2025, Polda Sumsel mencatat total 11.885 perkara tindak pidana umum. Angka ini menunjukkan penurunan signifikan sebesar 2.497 perkara atau 17,36 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 14.382 perkara. Dari jumlah tersebut, sebanyak 7.110 perkara berhasil diselesaikan melalui proses penegakan hukum yang mengedepankan profesionalitas dan rasa keadilan.
Tidak hanya pada sektor kriminalitas, tren positif juga tercermin pada keselamatan berlalu lintas. Data Polda Sumsel menunjukkan jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas sepanjang 2025 menurun sebanyak 107 orang dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini dinilai sebagai hasil dari konsistensi langkah preventif, edukatif, serta penegakan hukum lalu lintas yang semakin terukur.
Kapolda Sumsel menegaskan, capaian tersebut tidak terlepas dari kerja kolektif seluruh jajaran kepolisian serta partisipasi aktif masyarakat. "Sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah hingga elemen masyarakat, menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di Sumatera Selatan," jelasnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menekankan bahwa seluruh capaian tersebut merupakan bagian dari komitmen Polda Sumsel dalam menjalankan tugas konstitusional. Menurutnya, "pemeliharaan kamtibmas dan penegakan hukum terus dilakukan dengan menjunjung tinggi prinsip transparansi, akuntabilitas, serta pelayanan publik yang humanis," ungkap Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya,
Di bidang pemberantasan narkotika, Polda Sumsel justru meningkatkan intensitas penindakan. Sepanjang 2025 tercatat 1.913 perkara narkotika, meningkat 15,17 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini mencerminkan masifnya pengungkapan kasus, termasuk penyitaan total 38,45 kilogram sabu oleh Ditresnarkoba Polda Sumsel dan jajaran.
Salah satu pengungkapan menonjol terjadi di wilayah Banyuasin, dengan barang bukti sabu seberat 24,28 kilogram. Poda Sumsel juga menginformasikan, di luar penegakan hukum, Polda Sumsel turut berperan aktif mendukung program prioritas nasional. Seperti sektor ketahanan pangan, jajaran kepolisian berhasil mencatat hasil panen jagung mencapai 186.273,38 ton.
Selain itu, untuk mendukung program makan bergizi gratis, Polda Sumsel telah menyiapkan 55 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang diperkuat dengan 24 unit kendaraan distribusi.
Dari sisi pembinaan internal, Polda Sumsel juga memberikan penghargaan kepada 1.072 personel berprestasi, termasuk penganugerahan 114 Pin Emas Kapolda. Namun, penegakan disiplin tetap berjalan tegas.
Selama 2025 tercatat 45 perkara pelanggaran disiplin, sementara jumlah Pemberhentian Tidak Dengan Hormat mengalami penurunan dari 21 personel pada 2024 menjadi 17 personel pada 2025.
Menutup rilis akhir tahun, pihak Sumsel menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak insan pers maupun masyarakat atas peran kontrol sosial yang konstruktif. "Ke depan, Polda Sumsel berkomitmen terus berinovasi melalui penguatan pelayanan publik berbasis teknologi, seperti pemanfaatan Smart CCTV, serta pengembangan pupuk organik berbahan eceng gondok sebagai kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat," tutupnya.(Zul)